Rabu, 02 Juli 2008

aku ingin menjadi bintang dimanapun aku berada

Aku bukan siapa-siapa, aku hanyalah manusia biasa yang penuh salah dan dosa. Dulu aku selalu merasa kecewa ketika tidak bisa memperoleh apa yang aku inginkan. Soal sekolah pun demikian. Aku selalu merasa disisihkan karena kebetulan sejak MI hingga PT aku tidak bisa belajar ditempat yang kuinginkan, tempat yang favorit, dengan fasilitas yang serba wah plus teman-teman yang pintar-pintar. Walau rada ujub dikit, diri ini merasa tak kalah pintar kok (hehehehe...).

Belakangan baru aku sadar, kalau sebenarnya hidup ini sudah ada yang mengatur. Manusia tinggal menjalani. Kita hanya punya dua kewajiban yaitu berusaha dan berdoa. Hasilnya?? Biarlah Allah yang menentukan. Toh takdir itu juga ada dua macam. Ada takdir yang bisa berubah dan ada takdir yang tidak bisa berubah.

Dua kewajiban, "usaha" dan "doa". Usaha adalah jalur horisontal. Berisi segala daya dan upaya kita sebagai manusia untuk mengoptimalkan potensi diri untuk mencapai apa yang kita inginkan. Doa adalah jalur vertikal. Yaitu jalur yang akan mengingatkan kita bahwa kita ini lemah, bahwa ada Yang Maha Kuat, kuasa diatas segala-galanya. Menjadikan hati ini lebih ikhlas jika apa yang diharapkan tidak tercapai, dan akan menjadikan hati ini lebih syukur jika impian dapat terwujud. Setelah dua kewajiban itu kita laksanakan, tinggallah tawakkal. Tawakkal yang berarti pasrah, berserah diri kepada Allah SWT.

Dibalik setiap kegagalan kita, dibalik setiap keinginan dan harapan yang tidak tercapai, pasti ada hikmah yang kadang kita tak pernah menduga bahwa semua kegagalan itu terjadi bukan karena Allah tak sayang pada kita tetapi justru karena teramat sayang terhadap kita. Hikmah kadang dapat langsung kita tangkap, kadang juga menunggu waktu lama buat mengerti maknanya.

Kini, aku mulai belajar mencari hikmah dibalik setiap peristiwa. Belajar menjalani hidup dengan benar, belajar memaknai hidup dan belajar mensyukuri hidup yang ternyata amat sangat indah jika kita pandai menggunakannya.

"Tak penting dimana aku berada, tapi bisakah aku menjadi penting ditempat ku berada"


(aku ingin menjadi bintang dimanapun aku berada ^_^)

Zakat Maal

Zakat artinya adalah bersih atau suci. Sedangkan Maal artinya adalah harta. Jadi, zakat maal memiliki arti mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki dengan maksud untuk membersihkan atau mensucikan harta.

Mengeluarkan zakat maal hukumnya wajib jika telah memenuhi nisab dan jika harta tesebut telah dimiliki selama satu tahun (mencapai haul). Nisab sendiri berarti batas kadar / ketentuan / jumlah harta yang dimiliki sehingga diwajibkan untuk dikeluarkan zakatnya. Harta-harta yang wajib dikeluarkan zakatnya antara lain adalah : binatang ternak, hasil bumi, emas, perak dan hasil usaha/perniagaan (ada yang menyebut sebagai zakat profesi).

Zakat diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Ada 8 golongan orang-orang yang berhak menerima zakat yang sering disebut dengan asnafus samaniyah yaitu :
  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil
  4. Mu'allaf
  5. Ghorim
  6. Riqob
  7. Ibnu Sabil
  8. Fisabilillah

Hikmah dari mengeluarkan zakat maal diantaranya adalah :
  1. Menghilangkan sifat rakus/tamak terhadap harta
  2. Mengembangkan sifat solidaritas / dermawan / keinginan untuk membantu sesama
  3. Meningkatkan ukhuwah islamiyah
  4. dll