Minggu, 28 April 2013

My Rak Shoes

Berhubung di rumah belum ada tempat sepatu, jadinya sepatu+sandal diletakkan begitu saja berjajar di lantai. Lama-lama sepatu dan sandal tersebut jadi kotor terkena debu dan kotoran. Jadi kayak nggak pernah dipake puluhan tahun.. hehehe.. Begitu butuh, atau mau dipakai sepatu dan sandal tsb otomatis harus dicuci dulu.

Sebenarnya sudah pernah bilang ke abi, minta dibuatkan rak sepatu gitu. Sederhana saja, potongan sisa-sisa besi atau plat dijajar-jajar, ditumpuk, dibikin rak, ntar buat tempat sepatu atau sandal biar rapi ndak keleleran dimana-mana. Lamaaaa banget, gak ada realisasi. Sampai sempat terpikir untuk beli yang sudah jadi aja, yang plastik gitu, paling juga gak mahal. Tapi si abi gak setuja.. hik..hiksss...

Pas jalan-jalan, lewat-lewat depan toko, eh ngeliat ada "rak shoes" bagus. Terbuat dari bahan multiplek dengan bukaan kaca di depannya. Agak tinggi sih, sekitar 1 meteran. Bentuknya bagus, tertutup rapat. Jadi pengen punya rak sepatu seperti itu. Tertutup rapat dan rapi. Sepatu atau sandal gak bakal kotor kena debu lagi nih. Dan aman juga dari tikus.. hehehehe...

Setelah dipikir dan berfikir, akhirnya.. Ahaaaaa.... Dapat ide!!
Bikin sendiri ajah rak sepatu tertutup seperti di toko itu. Pakai bahan aluminium, mumpung di rumah lagi ada tukang yang ngerjakan aluminium. hehehe... Kali ini abi setuju. Langsung deh disuruh ngegambar bentuk yang diinginkan. Setelah gambarnya jadi, dikasihkan deh ke pak tukangnya. Sempet sharing juga sama pak tukangnya terkait ukuran dan begini-begitunya yang belum jelas.

Dalam waktu 2 hari raknya sudah jadi. Dan, hasilnya adalah seperti ini.... Taraaaaammmmmmmm.....

This is it..!! This is my rak shoes

kaca depan bukaan geser
Anda kepengen??? boleh kok pesan... ^_^

Cenat-Cenut

Baru kali ini ngerasain gigi cenat-cenut, betul kata orang sakit gigi itu gak enak. Sampai-sampai ada yang bilang "lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi ini"... Wah, kalo menurut nez, lebih enak gak sakit hati dan gak sakit gigi.. hehehe...

Alkisah itu gigi geraham sudah berlubang sejak jaman masih SMP, trus ditambal, trus tambalannya itu lepas di awal masuk SMK atau sekitar tahun 1998-an. Kalau dihitung-hitung berarti sudah 15th sejak tambalannya lepas gigi geraham itu tidak pernah sakit, padahal dipakai makan tiap hari, sehari bisa lebih dari 5x. hehehe.. Alhamdulillah...  Mungkin memang sudah waktunya sakit..

Bagaimana rasanya?? wuaaahh.. gak enak banget, cenat-cenut, cenat-cenut, dibuat makan juga gak nyaman. Saran teman disuruh minum perada sakit semacam antalgin, ponstan, asmef, dll. Berhubung akunya agak ogah minum obat-obatan kimiawi, khawatir juga kalo ntar habis minum obat sakitnya sembuh, tapi begitu efek obatnya hilang ntar balik lagi cenat-cenutnya. Aku pengen yang alami, yang tanpa efek samping juga. Akhirnya searching di mbah Google. Dapat beberapa info. Diantaranya menggunakan air garam, air jeruk nipis, bawang putih dan es batu.

Aku cobain semuanya deh, saking pinginnya segera sembuh (maruk kali ya.. hehehe..) alhamdulillah malam sebelum tidur aku cobain, pagi bangun tidur sudah mendingan. Cenat-cenutnya tinggal sedikit, nyaris tak terasa lagi. Alhamdulillah... Kesembuhan datangnya dari Allah, semua media itu hanya sebagai perantara. Semoga gak sakit gigi lagi deh. Aamiin..

Gak selalu sekali diobati langsung sembuh kawan, kadang perlu diulang-ulangi sampai sakitnya benar-benar hilang. Biasanya cenat-cenut bisa kambuh lagi karena makanan/minuman terlalu manis atau ada makanan yang terjebak di dalam lubang gigi. Harus rajin-rajin ngebersihin gigi deh. Dan membatasi makanan/minuman manis. Kalau masih juga tetep sakit, solusi terakhir "kunjungi dentis, dan siap2 cabut gigi".. hehehe...

Obat Sakit Gigi


  • Air Garam : garam dilarutkan pada segelas air putih, kemudian digunakan untuk berkumur.
  • Air Jeruk Nipis : belah jeruk nipis, ambil airnya kemudian teteskan air perasan jeruk nipis tersebut pada gigi yang sakit. Atau campurkan air perasan jeruk nipis dalam segelas air, gunakan air tsb untuk berkumur.
  • Bawang Putih : ambil satu siung bawang putih, kupas, tambahkan sedikit garam kemudian haluskan (diuleg/giling). Ambil bawang putih dan garam yang sudah dihaluskan tadi kemudian masukkan dalam gigi yang berlubang. Tahan untuk beberapa saat. Lalu berkumurlah.
  • Air Rendaman Daun Sirih : ambil 3 lembar daun sirih, letakkan dalam gelas. Kemudian tuangkan air hangat atau panas ke dalam gelas tersebut, tunggu hingga suam2 kuku atau dingin. Gunakan untuk berkumur.
Semoga bermanfaat... Ada yang punya resep alami lainnya? silahkan ditambahkan...

Selasa, 16 April 2013

Cerita Ultah 2012

Yeaaayyy.... sudah kelewat setahun lebih ya?? hehehe...

Yuppp... ceritanya ini flash back ke tanggal 10 Januari 2012, kebetulan hari ini pas tanggal ultahnya najibun. Eittt.. berhubung nez juga ultah di bulan ini (walau tanggalnya udah kelewat 4 hari), eh sama bunda kita (yang punya ide mau ngerayain ultah anak-anaknya) sengaja dibarengin. (penghematan mode on.. hehehehe.. ^_^)

Nez yang lagi asyik menerima, mengecek dan mengumpulkan laporan BMN akhir tahun temen-temen satker di ruang kerjanya (maklum pas hari kerja), tiba-tiba dapat panggilan ke ruang sebelah.

"ayuk mbak kesana dulu... dipanggil ibuk", ajak anifun


"ah, nanti aja ah.. masih repot, kepalang tanggung nih.. " jawab nez

Dipanggil sekali-dua kali kagak mempan, akhirnya bunda sndiri yang menjemputku ke ruangan...

Taraaaammmmmm.... sambil agak digeret (ditarik.red) nez pun melenggang ke ruang sebelah.

Disana dapat surpriseeeeee... ada lemon cake tart dengan lilin telah terpasang. Asseekk.. aseekkkk...

Habis make a wish berdua dengan najibun, tiup lilin bareng, potong bareng, trus dimakan bareng-bareng.. hehehe.... Birthday party yang mengesankan, coz baru kali itu dirayain pakai tiup lilin di kantor.. heheheh... 


surprise birthday 2012

Thank you bund.... ^_^

Cita-Cita Kecil Vira


Namaku Shakvi Dian Farera, biasa dipanggil Vira. Sedari kecil aku punya cita-cita kelak ingin menjadi seorang pegawai bank. Menurutku, pegawai bank itu baik, ramah, cantik dan keren. Pakaian serta dandanannya selalu modis. Bisa membantu orang lain dalam mengelola keuangan. Pokoknya keren abis deh.
Selepas SMA, aku pun melanjutkan kuliah mengambil program study Manajemen Keuangan dan Perbankan di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Malang. Kebetulan rumahku berada di Kabupaten Lumajang. Malang - Lumajang  cuma sekitar tiga jam perjalanan, jadinya tiap minggu aku bisa pulang buat ketemu orang tua. Maklum, namanya juga anak tunggal, aku nggak bisa jauh-jauh dari mama.. Hehe..
Mama bukan termasuk orang yang sangat fanatik terhadap agama. Sedari kecil mama mendidikku dengan kebebasan. Kebebasan untuk berpendapat dan memilih. Kebebasan yang bertanggungjawab tentunya. Mama selalu mengarahkan, walau akhirnya aku tak sependapat dengan mama selama pendapat atau pilihanku bukan hal yang menyimpang, mama akan tetap mendukung. Tak pernah sekalipun mama memaksakan kehendaknya kepada ku. Sebenarnya mama telah membiasakanku untuk memakai jilbab, sewaktu lebaran misalnya, mama pasti membelikanku satu pasang busana muslim komplit dengan jilbabnya. Busana muslim tersebut hanya aku pakai untuk silaturrahmi ke rumah saudara dan tetangga. Selepas lebaran?? Busana muslim itu hanya tergantung menghiasi lemari.
Mama sering membujukku untuk memakai jilbab ke sekolah, tapi aku selalu menolak dan selalu membuat alasan kalau berjilbab itu hanya untuk ke pengajian atau acara keagamaan saja. Ke sekolah dengan memakai jilbab sama dengan nggak keren, terbatas, dan nggak bisa ngapa-ngapain. Mau ikutan nge-band, nge-dance, cheerleader, mayoret, atau kegiatan ekskul lainnya jadi nggak bisa. Terbatas banget deh.. Jilbaber yang kulihat di sekolahku kegiatannya hanya mengurus SKI (Seksi Kerohanian Islam) dan hanya jadi penunggu masjid sekolah. Jadinya aku ogah bin males kalau disuruh berjilbab. Namun, akhirnya semua itu berubah. Kelas 3 SMP aku memutuskan berjilbab, tepat seminggu menjelang ujian akhir nasional.
Iya, seminggu menjelang ujian akhir nasional aku mulai memakai jilbab baik itu ke sekolah, di rumah atau kemanapun. Entah, kok tiba-tiba aku jadi malu pakai rok biru dongker selutut lagi. Entah, mengapa setiap pelajaran agama aku selalu merasa tersindir oleh ucapan Bu Hanifah guru agamaku. Bu Hanifah pernah bilang bahwa anak perempuan yang telah baligh itu wajib menutup aurat. Nah aku? Yang sudah baligh sejak dua tahun lalu masih tetap saja begini. Akhirnya aku mantap untuk berjilbab. Aku sudah tak peduli dengan seonggok alasan yang biasanya aku lontarkan kepada mama. Aku sudah tak peduli dengan nge-band, nge-dance, cheerleader, mayoret, dan lain sebagainya. Tekatku sudah bulat, aku tak peduli jika nanti dikeluarkan dari grupku. Lagian bentar lagi kita akan lulus, dah nggak bersama lagi lagi dengan mereka. Ntar di SMA aku akan bikin grup band, dance dan cheer khusus jilbaber dengan lagu dan gerakan yang lebih santun tentunya.
Walhasil setelah aku sampaikan niatku berjilbab kepada mama, mama mendukung banget. Dan langsung membelikanku seperangkat pakaian seragam lengkap dengan jilbabnya. Kata mama niat baik nggak boleh ditunda-tunda. Kalau ditunda ntar keburu hilang digondol setan, ntar malah nggak terlaksana itu niat, malah nggak jadi ada perubahan dong.. hehe.. (bisa aja mamaku ini..)
Ah mama, aku jadi teringat padamu. Orang nomor satu dalam hidupku. Teringat kata-kata beliau saat aku berpamitan minta doa restu mengikuti ujian akhir nasional SMP. "Vira, mama bangga kepadamu. Kamu sekarang sudah baligh, sudah semakin dewasa, sudah mau berhijab. Pesen mama, jagalah hijabmu. Kalau sudah memutuskan berhijab maka berhijablah dengan sungguh-sungguh, dan jangan dilepas lagi. Janganlah takut, karena hijab tak akan membatasi aktifitas dan kreatifitasmu. Jangan pernah khawatir tentang bagaimana masa depanmu. Karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang mentaati-Nya. Belajarlah dengan tekun, insyaallah cita-cita masa kecilmu akan tercapai. Semoga kelak kamu bisa menjadi pegawai bank yang sholihah ya nak. Aamiin" ucap mama sambil mengecup keningku.
Terima kasih Ya Allah, atas semua hidayah dan karunia-Mu. Terima kasih mama, atas semua doa dan kasih sayangmu. Alhamdulillah, cita-cita kecil Vira telah terwujud. Shakvi Dian Farera sekarang telah menjadi pegawai bank syariah. Bisa berkarya dan tetap menjaga syariah. (by : ernez mardeiya @nezzaaza)

Welcome Done

Setelah sekian lama blog ini vakum dari aktifitas, akhirnya muncul juga lagi ke dunia maya.

Selamat dataaaang kembali... semoga senang berkunjung kemari.. ^_^