Selasa, 16 April 2013

Cita-Cita Kecil Vira


Namaku Shakvi Dian Farera, biasa dipanggil Vira. Sedari kecil aku punya cita-cita kelak ingin menjadi seorang pegawai bank. Menurutku, pegawai bank itu baik, ramah, cantik dan keren. Pakaian serta dandanannya selalu modis. Bisa membantu orang lain dalam mengelola keuangan. Pokoknya keren abis deh.
Selepas SMA, aku pun melanjutkan kuliah mengambil program study Manajemen Keuangan dan Perbankan di salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Kota Malang. Kebetulan rumahku berada di Kabupaten Lumajang. Malang - Lumajang  cuma sekitar tiga jam perjalanan, jadinya tiap minggu aku bisa pulang buat ketemu orang tua. Maklum, namanya juga anak tunggal, aku nggak bisa jauh-jauh dari mama.. Hehe..
Mama bukan termasuk orang yang sangat fanatik terhadap agama. Sedari kecil mama mendidikku dengan kebebasan. Kebebasan untuk berpendapat dan memilih. Kebebasan yang bertanggungjawab tentunya. Mama selalu mengarahkan, walau akhirnya aku tak sependapat dengan mama selama pendapat atau pilihanku bukan hal yang menyimpang, mama akan tetap mendukung. Tak pernah sekalipun mama memaksakan kehendaknya kepada ku. Sebenarnya mama telah membiasakanku untuk memakai jilbab, sewaktu lebaran misalnya, mama pasti membelikanku satu pasang busana muslim komplit dengan jilbabnya. Busana muslim tersebut hanya aku pakai untuk silaturrahmi ke rumah saudara dan tetangga. Selepas lebaran?? Busana muslim itu hanya tergantung menghiasi lemari.
Mama sering membujukku untuk memakai jilbab ke sekolah, tapi aku selalu menolak dan selalu membuat alasan kalau berjilbab itu hanya untuk ke pengajian atau acara keagamaan saja. Ke sekolah dengan memakai jilbab sama dengan nggak keren, terbatas, dan nggak bisa ngapa-ngapain. Mau ikutan nge-band, nge-dance, cheerleader, mayoret, atau kegiatan ekskul lainnya jadi nggak bisa. Terbatas banget deh.. Jilbaber yang kulihat di sekolahku kegiatannya hanya mengurus SKI (Seksi Kerohanian Islam) dan hanya jadi penunggu masjid sekolah. Jadinya aku ogah bin males kalau disuruh berjilbab. Namun, akhirnya semua itu berubah. Kelas 3 SMP aku memutuskan berjilbab, tepat seminggu menjelang ujian akhir nasional.
Iya, seminggu menjelang ujian akhir nasional aku mulai memakai jilbab baik itu ke sekolah, di rumah atau kemanapun. Entah, kok tiba-tiba aku jadi malu pakai rok biru dongker selutut lagi. Entah, mengapa setiap pelajaran agama aku selalu merasa tersindir oleh ucapan Bu Hanifah guru agamaku. Bu Hanifah pernah bilang bahwa anak perempuan yang telah baligh itu wajib menutup aurat. Nah aku? Yang sudah baligh sejak dua tahun lalu masih tetap saja begini. Akhirnya aku mantap untuk berjilbab. Aku sudah tak peduli dengan seonggok alasan yang biasanya aku lontarkan kepada mama. Aku sudah tak peduli dengan nge-band, nge-dance, cheerleader, mayoret, dan lain sebagainya. Tekatku sudah bulat, aku tak peduli jika nanti dikeluarkan dari grupku. Lagian bentar lagi kita akan lulus, dah nggak bersama lagi lagi dengan mereka. Ntar di SMA aku akan bikin grup band, dance dan cheer khusus jilbaber dengan lagu dan gerakan yang lebih santun tentunya.
Walhasil setelah aku sampaikan niatku berjilbab kepada mama, mama mendukung banget. Dan langsung membelikanku seperangkat pakaian seragam lengkap dengan jilbabnya. Kata mama niat baik nggak boleh ditunda-tunda. Kalau ditunda ntar keburu hilang digondol setan, ntar malah nggak terlaksana itu niat, malah nggak jadi ada perubahan dong.. hehe.. (bisa aja mamaku ini..)
Ah mama, aku jadi teringat padamu. Orang nomor satu dalam hidupku. Teringat kata-kata beliau saat aku berpamitan minta doa restu mengikuti ujian akhir nasional SMP. "Vira, mama bangga kepadamu. Kamu sekarang sudah baligh, sudah semakin dewasa, sudah mau berhijab. Pesen mama, jagalah hijabmu. Kalau sudah memutuskan berhijab maka berhijablah dengan sungguh-sungguh, dan jangan dilepas lagi. Janganlah takut, karena hijab tak akan membatasi aktifitas dan kreatifitasmu. Jangan pernah khawatir tentang bagaimana masa depanmu. Karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang mentaati-Nya. Belajarlah dengan tekun, insyaallah cita-cita masa kecilmu akan tercapai. Semoga kelak kamu bisa menjadi pegawai bank yang sholihah ya nak. Aamiin" ucap mama sambil mengecup keningku.
Terima kasih Ya Allah, atas semua hidayah dan karunia-Mu. Terima kasih mama, atas semua doa dan kasih sayangmu. Alhamdulillah, cita-cita kecil Vira telah terwujud. Shakvi Dian Farera sekarang telah menjadi pegawai bank syariah. Bisa berkarya dan tetap menjaga syariah. (by : ernez mardeiya @nezzaaza)

1 komentar:

admin mengatakan...

Tulisan ini dibuat untuk diikutsertakan dalam lomba menulis #MyHijabStory #MerdekaDenganHijab #Hijabographic yang diadakan oleh hijabographic.com

motivasi karena jurinya HTR, walau gak menang, paling tidak tulisanku sudah dibaca oleh bunda HTR.. hehehe