Jumat, 06 Juni 2014

Korban Mode

Dunia mode muslimah saat ini sedang menjadi trending topic dimana-mana. Dengan semakin banyaknya wanita menggunakan jilbab entah karena kesadaran pribadi ataukah karena terkena pengaruh mode, yang jelas tahun 2010 keatas merupakan tahun kebangkitan muslimah berjilbab. Muslimah berjilbab tak lagi dianggap kampungan, ndeso, monoton, membosankan. Seiring dengan bermunculannya para fashion desainer muslimah seperti Ria Miranda, Dian Pelangi, Ghaida Tsurayya dkk.. Yang kesemuanya itu merupakan wanita muslimah muda yang ingin melihat wanita muslimah berjilbab juga bisa tetap eksis di bidang masing-masing serta tetep terlihat fashionable.

Para fashion desainer muslimah muda tersebut menghasilkan karya sesuai ciri khas masing-masing. Ria Miranda dengan warna-warna pastel yang kalem, sementara Dian Pelangi dengan warna-warni yang lebih colorfull. Dian Pelangi, Ria Miranda dan kawan-kawan sesama muslimah sering berkumpul bersama kemudian memunculkan ide untuk membuat suatu komunitas muslimah yang dinamai "Hijabers Community". Komunitas muslimah ini ditanggapi positif dan langsung bermunculan di daerah-daerah bak jamur yang bermunculan di musim penghujan.

Cara memakai jilbab pun semakin beragam, tak lagi sekedar kain segiempat yang dilipat menjadi segitiga kemudian disemat peniti di dagu. Kain persegi panjang yang disebut pasmina atau shawl semakin banyak dipakai pula dan dibentuk dengan kreatifitas menjadi model-model yang semakin trendi. Semisal Natasha Farani Attamimi yang sering mengupload video jilbab tutorial di You Tube. Video Natasha ini sering dicari orang, bahkan diunduh berkali-kali karena mudah dipraktekkan dan beragam (tutorial untuk acara formal maupun informal).

Kembali ke aturan dasar menutup aurat bagi wanita muslimah, yaitu :
1. Menutup seluruh anggota badan, kecuali muka dan telapak tangan
2. Tidak transparan
3. Tidak menampakkan lekuk tubuh
4. Tidak ketat
5. Tidak menyerupai laki-laki

So, mengikuti perkembangan mode menurut saya boleh-boleh saja.
Allah itu indah dan menyukai keindahan.
Dengan mengikuti tren mode, seorang muslimah akan lebih percaya diri karena menganggap dirinya indah, sama dengan teman-teman lainnya kebanyakan.
Walaupun sejatinya semua muslimah itu pada dasarnya sudah indah. Indah dengan kesantunan mereka, indah dengan kesederhanaan mereka, dan indah dengan inner beauty yang terpancar dari keimanan mereka.

Yang patut diwaspadai adalah jangan sampai muslimah menjadi korban mode, hari-harinya hanya dihabiskan untuk update mode fashion terbaru entah dari majalah, sosmed, televisi atau internet. Waktunya hanya habis untuk menggunjing cara berpakaian orang lain bersama kawan-kawan komunitasnya. Tabungannya hanya habis untuk membeli baju serta jilbab keluaran terbaru.

Mengikuti trend mode boleh-boleh saja, cukup sewajarnya dan semampunya. Pilihlah mode yang syar'i. Dan yang lebih penting jangan sampai lalai dari tujuan akhir hidup ini.

Wallahu a'lam bisshowab...


Tidak ada komentar: