Selasa, 03 Juni 2014

Renungan...

Teringat percakapan kemarin sore di ruang kerja, ada ibu-ibu yang mencoba menyelami kehidupan rekan kerjanya. Seorang bapak-bapak yang telah menjadi PNS 25 tahun lamanya tapi kok belum punya apa-apa. Rumah masih menggunakan rumah orang tua, kendaraan hanya sepeda motor itupun bukan sepeda motor keluaran terbaru. Tanah/ladang tak ada. Menurut si ibu-ibu "gajinya belum ada yang nyantol blass".

Kemudian ibu-ibu tersebut menceritakan kondisi dirinya...
"Aku yo podo mas, gak nduwe sampingan. Mung gaji tok. Tapi aku wani utang. Kawit awal aku wis utang bank, gawe njupuk perumahan. Perumahan lunas, tak dol gawe tuku mobil anyar. Trus ngrehab omah. Saiki kan wis ketok hasile. Oooo.. gajiku kae wis dadi iki, iku. Wis nyantol.."

"Sampean kurang wani sih, tak warai saiki yo wis telat. Diluk engkas wis pensiun. Kudune wis awit disik, pas anak-anakmu sik cilik kae, sik urung pati butuh ragat"

Aku yang melihat dan mendengarkan merasa kasihan kepada si bapak-bapak, dia seolah dihakimi, dianggap gak berhasil karena belum punya apa-apa (secara materi duniawi).

Apakah keberhasilan / kesuksesan seseorang itu hanya didasarkan pada : punya rumah, punya mobil, punya tanah dimana-mana, punya jabatan mentereng, punya gaji gedhe, punya anak sekolahnya tinggi, punya anak yang nilainya bagus, punya menantu anak konglomerat, menantu kaya, menantu tampan/cantik, dan punya cucu-cucu yang cakep/cantik saja???

--..--

Sukses itu suatu keberhasilan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu dalam hidupnya.
Tujuan hidup yang sebenarnya tentu kehidupan akhirat yang abadi.
Kehidupan dunia hanyalah sementara, tinggal bagaimana kita memanfaatkan kesementaraan itu sebagai sarana menuju akhirat. Bagaimana kita mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari dunia untuk sebanyak-banyaknya bekal di akhirat kelak.

Jangan pernah merasa khawatir...
Rizki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa,
Allah telah menjamin rizki tiap-tiap makhluknya

Mau ditakdirkan menjadi kaya atau tidak di dunia ini, tetaplah berusaha dengan cara yang baik dan halal dan jangan pernah berhenti berharap dengan doa-doa yang senantiasa terpanjat.
Allah yang lebih tahu tentang kita,
Allah yang lebih tahu yang terbaik untuk kita,

--..--

Lalu..
Apakah kemudian si bapak akan disebut sebagai orang yang tidak sukses?? hanya karena sampai tiba masa pensiunnya dia belum punya materi apa-apa??
Kita tidak tahu apa yang telah terjadi/direncanakan si bapak. Mungkin dia menabung sebagian gajinya untuk investasi pendidikan ke-3 buah hatinya yang semuanya berbakat. Mungkin pula gajinya habis untuk dipinjamkan kepada saudara-saudaranya yang ternyata kemudian lupa membayar hutang.

Lalu..
Apakah si ibu yang terlihat lebih sukses di dunia itu juga akan lebih sukses di akhirat daripada si bapak??
Belum tentu juga kan??
Bisa jadi si ibu hisabnya akan lebih lama daripada si bapak...

Semangat bapak..
Walau mungkin kau tampak tak punya apa-apa di dunia ini, tapi menurutku engkau orang yang baik. dibalik semua keisengan dan kekuranganmu pasti ada kelebihan. Doaku semoga Allah memberikan kebahagiaan bagimu dan keluargamu di dunia dan akhirat. aamiin.



Tidak ada komentar: